Tren Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Pandeglang Meningkat

  • Share
Tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pandeglang meningkat setiap tahunnya.
Rapat Koordinasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak bertempat di Oproom Setda, Selasa 31 Mei 2022. (Foto : Istimewa)

PANDEGLANG | BD Tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pandeglang meningkat setiap tahunnya.

“Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak berhasil karena berhasilnya program sosialisasi, sehingga para  penyintas memiliki rasa keberanian untuk melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang Enong Iroh Rohayah usai menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak bertempat di Oproom Setda, Selasa 31 Mei 2022.

Menurut dia, efek masa pandemi covid-19 juga berpengaruh dalam  meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, menurut catatan tahunan untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2021 meningkat sekitar 50 persen.

“Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dikarenakan  korban kekerasan memiliki keberanian untuk melaporkan kasus dan support sistem atau pendampingan bagi para korban sampai permasalahan kekerasan terselesaikan,” ucapnya.

Kata dia, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2019 ada 41 kasus, tahun 2020 67 kasus dan pada tahun 2021 angka kekerasan terhadap perempuan meningkat menjadi 78 kasus. Untuk itu, kata dia, Pemerintah daerah terus berupaya untuk mencegah dan menyelesaikan permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, adapun untuk penangananya butuh kerjasama semua pihak.

“Untuk penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang telah membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) P2TP2A, dimana UPT ini bertugas melayani pengaduan, pendampingan dan pemberdayaan korban kekerasan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang Habibi Arafat menilai penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah berjalan dengan baik, hanya saja penangananya harus lebih ditingkatkan dan digalakan.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak saat ini semakin meningkat dan ini tentu saja menjadi perhatian kita semua, maka dari itu untuk penanganan kekerasan ini dari sisi anggaran harus tepat dan regulasi harus tegas, guna penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa maksimal,” ujarnya. (Iman/Red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.