Dosen Universitas Telkom: Agar Mudah Dikenali Publik, Branding Institusi Harus Berbeda

  • Share
Sejumlah dosen Universitas Telkom Bandung melaksanakan program pelatihan bertajuk "Pengembangan Branding, Diferensiasi dan Positioning Lembaga Pendidikan”.
Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Telkom melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat secara Daring, Senin 28 Maret 2022. (Foto : Universitas Telkom)

EDUKASI | BD Sejumlah dosen Universitas Telkom Bandung melaksanakan program pelatihan bertajuk “Pengembangan Branding, Diferensiasi dan Positioning Lembaga Pendidikan”.

Program yang dikemas dalam agenda pengabdian kepada masyarakat itu menyasar para guru SMK Telkom 1 Medan, Senin 28 Maret 2022.

Hadir sebagai pembicara dosen program studi Digital Public Relation Martha Tri Lestari dan Lusy Mukhlisiana, serta Mohamad Faidol Juddi dari program studi Ilmu Komunikasi.

Martha Tri Lestari memaparkan, di era digital saat ini, penggunaan media sosial tidak hanya berlaku dikalangan orang dewasa saja, tetapi anak-anak juga sudah menggunakan media sosial. Oleh karena itu media sosial sangat mempengaruhi branding suatu produk atau institusi.

“80 persen dari masyarakat sudah teradaptasi dengan media digital, namun 20 persennya masih membutuhkan sentuhan konvensional,” terang kandidat Doktor Ilmu Komunikasi itu.

Ia melanjutkan, transformaai digital akan membawa perubahan signifikan terhadap cara kerja pemasaran sebuah institusi, utamanya terkait branding bagi SMK Telkom 1 Medan.

“Tidak dapat dihindari jika digitalisasi marketing, branding, dan komunikasi SMK Telkom 1 Medan ini pada masyarakat akan terus alami perkembangan,” katanya.

Selanjutnya pemateri Lusy Mukhlisiana menambahkan, branding penting dilakukan terutama pada logo karena dapat menguatkan branding perusahaan atau produk tersebut.

“Sebuah logo bisa menguatkan branding dari perusahaan tertentu dengan tujuan mencapai top of mind awareness, di mana dengan melihat logo tersebut masyarakat mengetahui merek atau nama perusahaan,” ujar Lusy.

Pada pemaparan materi terakhir yang dilakukan, Faidol Juddi menuturkan positioning atau pemetaan juga hal wajib guna mengetahui target dan perusahaan serta hal yang dapat menjadi pembeda atau harus ditonjolkan dari perusahaan tersebut.

“Kita harus bisa memposisikan perusahaan untuk mencapai target yang diinginkan dan mengetahui pembeda atau hal apa yang dapat ditonjolkan dari perusahaan,” pungkas Juddi. (Red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.