Pedagang Daging di Kab. Tangerang Keluhkan Sepi Pembeli

  • Share
Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan stok daging aman karena saat ini tersedia 7.000 ekor sapi.
Pedagang daging di pasar Tigaraksa, Kabupaten Tangerang kembali berjualan, Selasa 1 Maret 2022. (TangerangDaily)

KABUPATEN TANGERANG | BD —Dampak kenaikan harga daging sapi di Kabupaten Tangerang berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat. Pedagang mengeluhkan sepinya pembeli.

“Sepi, pagi ini baru 20 kilogram yang terjual, biasanya jam segini sudah terjual 50-60 kilogram,” ujar Ali, pedagang daging di Pasar Sentiong Balaraja, Selasa 1 Maret 2022.

Menurunnya penjualan daging, kata Ali, juga dipengaruhi oleh para pelanggan yang mengurangi volume pesanan daging mereka. “Seperti penjual bakso, soto langganan saya sudah mengurangi pesanan dagingnya 50 persen,” kata Ali.

Ali memaklumi sikap yang diambil para pelangganya karena harga daging sapi segar dan beku terus meroket. Ali dan 25 pedagang daging lainnya di pasar itu menjual daging sapi segar dengan harga Rp130 ribu – Rp140 ribu per kilogram. Sementara daging beku Rp110 ribu – Rp120 ribu perkilogram.

Agus, salah satu pedagang daging di pasar Tigaraksa juga mengeluhkan sepinya pembeli. Dia mengaku, sebelum harga naik setiap hari bisa menjual 3 kwintal daging sapi segar. “Namun pada hari ini, per jam 8 pagi baru bisa menjual 10 kilogram daging sapi segar, biasanya mencapai 30 – 50 kilogram,” kata Agus.

Agus dan 10 penjual dagingnya telah membuka lapak mereka dan beroperasi seperti  biasa. Namun, para pedagang di pasar itu per hari ini mulai menaikan harga daging dari Rp120 ribu menjadi Rp130 ribu. “Daging sapi segar Rp130 ribu per kilonya,” kata Agus.

Sementara untuk daging sapi beku, para pedagang juga menaikan harga dari Rp90 ribu menjadi Rp110 ribu – Rp120 ribu per kilogram.” Tergantung kualitas dagingnya,” kata Agus. (TD/Sin)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.