Rumah Janda di Menes Nyaris Roboh, Dinsos Pandeglang Gerak Cepat

  • Share
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang memberikan bantuan dan akan memperbaiki rumah milik Amnah (54), seorang janda warga Kampung Lebak Pala RT 02 RW 05, Desa Cigandeng, Kecamatan Menes yang nyaris ambruk.
Dinas Sosial Kabupaten Lebak merespon cepat dengan memberikan bantuan kepada Amnah, (54), seorang janda warga Kampung Lebak Pala RT 02 RW 05, Desa Cigandeng, Kecamatan Menes yang nyaris ambruk, Kamis 3 Maret 2022. (Foto : Iman untuk BantenDaily)

PANDEGLANG | BD — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang memberikan bantuan dan akan memperbaiki rumah milik Amnah (54), seorang janda warga Kampung Lebak Pala RT 02 RW 05, Desa Cigandeng, Kecamatan Menes yang nyaris ambruk.

Sekretaris Dinsos Kabupaten Pandeglang Muslim Taufik mengatakan, pihaknya akan memasukan bantuan untuk rumah janda tersebut pada Bantuan Tak Terduga (BTT). Soalnya, kata dia rumah tersebut disebabkan oleh bencana, akibat hujan yang melanda wilayah Pandeglang.

“Setelah kita lihat, memang rumah tersebut layak mendapatkan bantuan. Kita akan masukan pada BTT, untuk itu, kita harapkan pihak desa segera membuat proposal atau pengajuannya kepada kami,” kata Muslim Taufik, saat memberikan bantuan sembako, matras dan tikar kepada Amnah, Kamis 3 Maret 2022.

Menurut Muslim, selain BTT untuk rumah tidak layak huni, ada bantuan berupa Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), tetapi pencairannya harus menunggu tahun depan.

“Kalau kita masukan pada RTLH, kita harus menunggu tahun depan. Tetapi rumah ini harus segera dilakukan perbaikan, makanya kita coba masukan pada BTT,” ujarnya.

Sementara itu Amnah (54) merasa bersyukur bisa mendapatkan bantuan tersebut.

“Kalau bantuan dari pemerintah baru kali ini, saya bersyukur sudah dibantu sembako dan peralatan lainnya. Bahkan ini ada rencana untuk membantu perbaikan rumah,” kata Amnah.

Amnah adalah seorang guru ngaji di kampung tersebut. Kondisinya rumahnya sudah tak layak huni. Selain reyot dan nyaris ambruk, rumah tersebut juga sudah bocor.

“Di sini juga dipakai pengajian ibu-ibu dan malamnya pengajian anak-anak. Tetapi, ketika hujan mengalami kebocoran, sehingga harus saling berdempetan,” katanya.

Bahkan, pada Minggu 27 Februari 2022, tembok dapur rumah tersebut ambruk. Amnah yang menghuni rumah itu bersama anak dan cucunya selalu merasa khawatir saat terjadi hujan dan angin kencang.

“Jangankan buat benerin rumah, buat makan sehari-hari juga sulit,” katanya. (Iman/Sin)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.