Suci Fitria Tanjung Nakhodai Walhi Jakarta

  • Share
Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) Walhi DKI Jakarta menetapkan Suci Fitria Tanjung sebagai Direktur Eskekutif Walhi Jakarta periodee 2022-2026
Suci Fitria Tanjung terpilih secara aklamasi sebagai Direktur Eskekutif Walhi Jakarta periode 2022-2026 dalam Forum Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) Walhi DKI Jakarta, Sabtu 19 Maret 2022. (Foto : Walhi Jakarta)

JAKARTA | BD Forum Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) Walhi DKI Jakarta menetapkan Suci Fitria Tanjung sebagai Direktur Eskekutif Walhi Jakarta periode 2022-2026. Perempuan yang terpilih secara aklamasi tersebut menggantikan posisi Tubagus Soleh Ahmadi yang telah menjadi Eksekutif WALHI Jakarta sejak tahun 2018.

“Terdapat beberapa agenda sebelumnya yang penting untuk dilanjutkan dan beberapa mandat baru yang menjadi agenda perjuangan Walhi Jakarta ke depan. Antara lain Walhi menolak pemindahan Ibu Kota Baru dan bagaimana agenda pemulihan Jakarta ke depan,” kata Suci dalam orasi politiknya dalam PDLH Walhi Jakarta yang dilaksanakan pada 18-19 Maret 2022.

Dia juga menambahkan bahwa perjuangan untuk pemenuhan hak atas kota yang berkeadilan ekologis akan menjadi agenda Walhi Jakarta ke depan. Selain itu, dia juga mengajak seluruh warga Jakarta untuk bersama-sama memulihkan Jakarta, sehingga Jakarta bisa menjadi kota yang layak huni bagi seluruh warga.

Menurutnya, pemerintah selama ini cenderung abai terhadap keselamatan rakyat. Hal tersebut ditandai dengan minimnya akses masyarakat terhadap lingkungan hidup yang baik seperti udara dan air bersih.

Dalam pemenuhan air bersih, belum semua warga Jakarta mendapat air dengan kriteria layak dan mudah diakses. Di sisi lain, ekstraksi air tanah secara besar-besaran oleh sektor bisnis terus terjadi dan memperparah kerentanan Jakarta terhadap bencana ekologis dan perubahan iklim.

Suci mengatakan, dalam menghadapi bencana ekologis yang merupakan bencana akibat perbuatan manusia, Jakarta sebenarnya masih memiliki kesempatan. Adapun caranya dengan menghentikan model pembangunan yang mengancam keselamatan rakyat. Lebih lanjut pemerintah harus mengevaluasi kebijakan kawasan ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) dan mengembalikan pengelolaan dan perlindungannya kepada masyarakat pesisir, pulau-pulau kecil, serta nelayan.

“Kepulauan Seribu sendiri sebagai wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sangat rentan terhada krisis iklim. Model pengelolaan wisata berbasis industri akan memperparah kerentanan dan kerusakan ekosistem yang selama ini menjadi sumber-sumber kehidupan penting bagi masyarakat,” terangnya.

Suci sebelumnya merupakan anggota dan pengurus di Solidaritas Perempuan. Organisasi yang bergerak pada isu feminis tersebut juga merupakan anggota forum Walhi Jakarta. (Red/Sin

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.